Steven. Diberdayakan oleh Blogger.
RSS

What do you think about my blog?

Evaluasi Kinerja Mata Kuliah Paedagogi

Tidak terasa sudah 1 semester saya mengikuti perkuliahan di mata kuliah Paedagogi. Tentu saja banyak suka dan duka atau  lebih sering disebut "unek-unek" yang dijalani di mata kuliah ini. Tetapi sebelumnya, saya ingin berterima kasih kepada Ibu Filia Dina Anggaraeni selaku dosen pengampu mata kuliah Paedagogi yang telah dengan sabar membimbing dan mengajarkan kami konsep-konsep dari paedagogi. Selain itu, saya juga ingin meminta maaf kepada Beliau atas kesalahan-kesalahan yang saya dan teman-teman lakukan, baik yang disengaja maupun tidak disengaja.

Nah.. sekarang tiba saatnya untuk memberikan evaluasi kinerja mata kuliah Paedagogi selama 1 semester ini. Check it out guys.. ^^

Kesan
Mata kuliah Paedagogi merupakan mata kuliah kedua yang pernah saya ambil di Fakultas Psikologi USU yang kebanyakan memanfaatkan fasilitas perkembangan TIK. Dalam mata kuliah ini, sering dilakukan e-learning yang sama sekali tidak pernah dilakukan di mata kuliah lain yang pernah saya ambil, kecuali mata kuliah psikologi pendidikan. Sistem e-learning yang diterapkan tentu saja memberikan dampak positif bagi saya dan teman-teman dimana saya bisa mengetahui banyak sekali website-website atau aplikasi-aplikasi yang sebelumnya tidak pernah saya ketahui sebelumnya. Hal ini membuat saya semakin berwawasan luas dan tidak ketinggalan zaman sehingga membuat saya semakin percaya diri.

Pesan
Penerapan e-learning di mata kuliah Paedagogi harus tetap dilaksanakan di semester-semester selanjutnya agar bisa memberikan kesempatan yang sama kepada mahasiswa-mahasiswa lainnya untuk belajar lebih banyak mengenai dunia maya dan bisa mengambil sisi positifnya. 

Evaluasi
Kami sebagai mahasiswa yang mengambil mata kuliah Paedagogi di semester ini sedikit pasif dalam proses pembelajaran. Hal tersebut mungkin disebabkan karena kurang siapnya mahasiswa ketika akan menjalani perkuliahan. Sangking pasifnya mahasiswa di kelas Paedagogi, dosen pengampu pernah mengambil tindakan untuk meninggalkan ruang kelas ketika perkuliahan baru saja dimulai. Kejadian tersebut benar-benar membuat kami Shock dan berhasil membuka mata kami untuk lebih mempersiapkan diri di perkuliahan-perkuliahan selanjutnya.

Kritik
  • Kesibukan dosen pengampu yang juga merupakan Pembantu Dekan III seringkali mengakibatkan tidak bisa dilakukannya perkuliahan di hari yang sesuai dengan jadwal kuliah yang sudah ditetapkan. Sehingga, mau tidak mau perkuliahan harus diganti ke hari lain (biasa disebut kuliah ganti). Hal ini membuat saya dan beberapa teman saya mengalami sedikit kesulitan dalam menyesuaikan jadwal-jadwal yang sudah ada sebelumnya. Bahkan, bisa saja saya dan teman-teman saya terpaksa mengambil absen karena jadwal kuliah ganti tersebut bentrok dengan jadwal lainnya.
  • Seringkali dosen pengampu memberikan pertanyaan kepada kami secara langsung di dalam ruangan kelas dengan kata-kata yang cukup sulit untuk dipahami. Akibatnya, kadang-kadang saya tidak mengerti dengan apa konteks dari pertanyaan yang Beliau tanyakan kepada kami sehingga mengakibatkan saya mengalami kesulitan untuk menjawab pertanyaan tersebut.

Saran
  • Jadwal kuliah untuk mata kuliah Paedagogi sebaiknya lebih disesuaikan dengan jadwal kesibukan dosen pengampu sehingga tidak perlu terlalu sering dilakukan kuliah ganti. Apabila terpaksa harus melakukan kuliah ganti, sebaiknya lebih disesuaikan dengan jadwal kedua belah pihak dan diberikan perlakuan khusus (seperti dihitung hadir) untuk mahasiswa yang tidak bisa hadir di kuliah ganti bila mahasiswa tersebut mempunyai alasan yang mendesak dan logis.
  • Sebaiknya dalam memberikan pertanyaan, dosen pengampu menggunakan kata-kata yang lebih bisa dipahami atau sekalipun harus menggunakan istilah yang sulit, sebaiknya dijelaskan terlebih dahulu apa maksud dari istilah tersebut. Intinya, dosen pengampu diharapkan bisa menjelaskan konteks pertanyaan secara jelas kepada kami terlebih dahulu sebelum meminta kami untuk menjawab.
  • Seharusnya semua mahasiswa yang mengambil mata kuliah Paedagogi, baik yang sedang (termasuk saya sendiri) maupun akan mengambil, bisa lebih mempersiapkan diri sebelum memasuki perkuliahan dan mau berpartsipasi secara aktif dalam proses pembelajaran. Karena pada dasarnya, tujuan dosen pengampu menanyakan banyak hal kepada mahasiswa di dalam perkuliahan adalah agar mahasiswa dapat berkembang secara mandiri dan seoptimal mungkin.


Jadi, itulah semua "unek-unek" saya mengenai mata kuliah Paedagogi ini. Overall, saya merasa bahwa proses yang dialami di mata kuliah ini sudah cukup baik dan bermanfaat bagi saya dan teman-teman. Walaupun  sedikit mengalami kesulitan dalam prosesnya, tapi itu semua merupakan tantangan-tantangan yang harus dihadapi oleh kami sebagai mahasiswa agar bisa maju dan berkembang menjadi pribadi yang lebih baik dari sebelumnya.

Sekian postingan saya untuk evaluasi kinerja mata kuliah paedagogi ini. Bila ada kesalahan dalam penulisan postingan ini, saya meminta maaf yang sebesar-besarnya.

Thanks for your time..
See you next time.. ^^

"Everyone is deserved to be better"

Read More..
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Ujian Akhir Semester Paedagogi T.A. 2011/2012 Semester Genap

Read More..
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Review Presentasi Micro Teaching

KELOMPOK 7

Pertanyaan dan Jawaban Presentasi 
REZA YOGA 
1. Manfaat bagi kelompok adalah mendapatkan praktek lapangan sedangkan ada anggota yang tidak ikut dalam praktek micro teaching, bagaimana kelompok menanggapi hal tersebut? 
Jawab:
Manfaat bagi kelompok seperti yang dipaparkan sebelumnya bukan sekedar manfaat saat melakukan praktek micro teaching secara langsung, melainkan dalam pelaksanaan perencanaan, observasi, melakukan micro teaching, dan juga pembuatan laporan. Selain itu, anggota kelompok yang datang juga ada berbagi pengalaman (sharing) dengan anggota-anggota kelompok lainnya yang berhalangan hadir. Oleh karena itu, dapat dikatakan bahwa ini memang benar manfaat bagi semua anggota kelompok, meskipun ada anggota yang berhalangan untuk hadir. 

2. Apakah tidak masalah dalam pelaksanaan microteaching jumlah anak adalah 3 orang sedangkan jumlah pengajar banyak? 
Jawab:
Sebenarnya video yang ditampilkan hanyalah video pertemuan kedua. Kami melakukan pertemuan pertama dan pertemuan kedua dimana di pertemuan pertama setiap satu peserta didik dibimbing oleh satu pendidik. Memang di pertemuan kedua kami melakukan seperti yang didokumentasikan, tetapi hal tersebut menurut kelompok tidak terlalu ada masalah karena kami dapat mencairkan suasana yang awalnya cukup kaku menjadi “Fun” bagi peserta didiknya. Selain itu, peserta didik yang semakin aktif di pertemuan kedua ini membuat kami sangat senang dan enjoy dalam mengajarkan micro teaching. 

RAJA MASPIN
1. Apakah manfaat pelaksanaan micro teaching bisa langsung bermanfaat bagi peserta didik? 
Jawab:Mungkin kalau manfaat langsung kami kurang tahu, tetapi kami berusaha membantu peserta didik untuk lebih mengetahui, lebih mengenal, dan lebih mengerti bahasa Inggris atau istilahnya “menanam benih terlebih dahulu”.

OLGA SEPTANIA
1. Bagaimana dengan ongkos seperti yang tertulis dalam slide presentasi? 
Jawab:
Mengenai ongkos termasuk dalam perencanaan kami, tetapi kenyataannya kami tidak menggunakan ongkos sebanyak yang tertera dalam slide presentasi.

KAK KARTIKA
1. Apa standar kompetensi yang digunakan kelompok dalam pelaksanaan micro teaching?
Jawab:
Agar mereka mampu menggunakan bahasa Inggris secara lisan dengan baik dan dapat mengucapkan organ-organ tubuh bagian luar dengan bahasa inggris, terutama organ-organ di bagian kepala.

LIA 
1. Apa tidak berbeda dimana terdapat 3 orang anak dan mereka duduk di kelas yang berbeda-beda?
Jawab:
Dengan rentang usia mereka yang berbeda-beda, kami berusaha memberikan materi belajar yang memang sesuai dengan kemampuan mereka. Teori yang menjadi pegangan kami mungkin bisa menjadi guideline, namun dengan pengalaman yang sudah pernah dialami oleh beberapa anggota kelompok, kami memutuskan untuk memberikan materi berupa conversation singkat (perkenalan diri secara singkat) dan vocabulary yang cukup mudah. Tidak lupa kelompok mengingat usia mereka yang belum bisa berpikir secara abstrak, maka dalam proses belajar mengajar mentransformasikan hal abstrak ke hal yang konkrit. Dengan kata lain, materi yang kami berikan kepada ke-3 peserta didik kami sama dan bisa dipahami oleh mereka semua, tetapi kami memberikan materi tersebut dengan improvisasi-improvisasi dalam prosesnya sehingga tidak menimbulkan kebosanan bagi ke-3 peserta didik tersebut, terutama yang sudah duduk di kelas V SD. 

RIZQA
1. Mengapa dalam pelaksanaan micro teaching tidak menggunakan anak didik Weilun, Steven, dan Venti di tempat kursus bila dalam kenyataannya jumlah anak yang tersedia untuk pelaksanaan micro teaching kurang banyak? 
Jawab:
Sebenarnya memang bisa saja namun kami memiliki kendala yang cukup banyak diantaranya kesulitan meminta izin pada anak-anak di tempat les sedangkan saat itu mereka sedang menghadapi ujian semester, makanya tidak dapat menggunakan anak-anak didik Weilun dan Steven. Kendala berikutnya adalah lokasi les yang cukup jauh dari kampus ataupun dari rumah masing-masing anggota. Kendala-kendala inilah yang membuat kami untuk mempertimbangkan menggunakan anak didik Weilun, Steven, dan Venti dalam praktek micro teaching.

IBU DINA
1. Bagaimana dengan anggota yang tidak terlibat langsung dalam pelaksanaan micro teaching?
Jawab:
Untuk anggota yang tidak terlibat langsung dalam pelaksanaan micro teaching ada beberapa cara yang kami lakukan yaitu kami yang terlibat langsung dalam praktek micro teaching membagikan kepada mereka apa yang telah kami dapatkan selama praktek micro teaching. Tujuannya adalah supaya mereka bisa ikut merasakan hal tersebut. Kami juga memberikan tugas tambahan bagi anggota yang tidak hadir misalnya mengedit, membuat laporan, atau lainnya. Tujuan kami melakukan hal ini supaya semua anggota ikut berpartisipasi secara aktif dalam pelaksanaan tugas ini dan tiap anggota mendapatkan bagian yang sama serta adil.

2. Dalam video terlihat ketiga orang guru mengajar sambil berdiri pada tiga orang anak didik yang duduk di sofa. Bagaimana perilaku anak didik dan pendidik bila diobservasi?
Jawab:
Sebenarnya yang terlihat dalam video adalah pertemuan ke dua kelompok dengan perserta didik. Pertemuan pertama kelompok dengan peserta didik adalah untuk membentuk rapport dan mencari tahu kesulitan mereka dalam mata pelajaran yang ada dalam kurikulum. Di pertemuan pertama posisi antara peserta didik dan pendidik saling duduk berhadap-hadapan. Satu orang peserta didik dibimbing oleh satu pendidik. Kami berpendapat bahwa memang di pertemuan kedua seperti yang terlihat dalam video bahwa antara pendidik dan peserta didik memang terlihat agak kaku, formal dan posisi pengajar terlalu jauh dengan peserta didik padahal micro teaching tersebut tidak dilakukan di institusi formal, melainkan rumah. Akan tetapi, dalam prosesnya kelompok cukup bisa mencairkan suasana kaku tersebut sehingga di tengah sampai akhir pelaksanaan micro teaching, peserta didik menjadi sangat aktif.

3. Apa sebenarnya pengertian micro teaching bagi kelompok sendiri?
Jawab:
Pengertian micro teaching sebenarnya masih dangkal bagi kelompok. Pengertian micro teaching bagi kelompok pada awalnya hanya sebatas guru mengajar peserta didik dalam posisi dimana guru berdiri dan peserta didik duduk diam. Akan tetapi, setelah mendengarkan penjelasan dari Bu Dina, kelompok semakin mengerti apa yang menjadi esensi dari micro teaching tersebut dan kelompok menyadari kekurangan kelompok dalam hal seni mengajar yang harusnya merupakan esensi dari tugas micro teaching kali ini.


Read More..
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Google Talk