Steven. Diberdayakan oleh Blogger.
RSS

What do you think about my blog?

UTS Paedagogi

Posting ini berfungsi sebagai salah satu media diadakannya Ujian Tengah Semester mata kuliah Paedagogi secara online..

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

7 komentar:

psipddk3sks mengatakan...

1. Apa yang dapat adinda jelaskan sehubungan dengan Pedagogi Modern? lalu beri ilustrasi bandingan antara proses pembelajaran yang adinda dapatkan saat perkuliah dengan uraian teori tersebut.

Steven mengatakan...

Paedagogi tradisional memposisikan paedagogi sebatas seni mengajar atau mengasuh. Dalam hal ini, paedagogi tradisional melihat peserta didik sebagai makhluk yang pasif reaktif yang hanya berkembang dari pengaruh luar, termasuk pengaruh sosial. Sedangkan paedagogi modern lebih menekankan definisi paedagogi pada dimensi seni, teori, dan praktik mengajar dan belajar. Paedagogi modern melihat peserta didik sebagai makhluk yang proaktif dan lebih otonom. Dengan kata lain, peserta didik bukan hanya sebagai objek dari perubahan sosial, tetapi sekaligus pula berperan sebagai faktor dari pengubah dan pengarah dari perubahan sosial atau agen of change. Dalam paedagogi modern, peserta didiklah yang seharusnya berperan dalam terjadinya perubahan dalam diri mereka. Peran guru disini hanyalah sebagai pendorong dan motivator. Hal ini sesuai dengan filosofi Ki Hadjar Dewantara yang berbunyi “Tut Wuri Handayani” yang artinya dari belakang memberikan dorongan dan arahan. Selain itu, perlu diingat juga bahwa guru harus berperan sebagai pengarah atau pembimbing yang tidak membiarkan peserta didik melakukan hal yang kurang sesuai dengan tujuan pendidikan. Dengan kata lain, walaupun kegiatan belajar berpusat pada siswa, namun siswa tetap berada di bawah bimbingan guru. “Pengajaran” pada paedagogi modern meliputi teknik dan metode kerja guru dalam mentransformasikan konten pengetahuan, merangsang, mengawasi, dan memfasilitasi pengembangan siswa untuk mencapai tujuan pembelajaran yang berhasil. Dalam hal ini, guru juga berperan dalam membantu merevisi dan meningkatkan kualitas pemikiran dan pemahaman siswa. Konsep “belajar” dalam paedagogi modern yaitu proses siswa mengembangkan kemandirian dan inisiatif dalam memperoleh dan meningkatkan pengetahuan serta keterampilan (seperti penyelidikan, berpikir kritis, kerja sama tim, mengorganisasikan, dan memecahkan masalah). Dalam konsep ini, kualitas mengajar guru diharapkan dapat membuat siswa mencapai pemikiran dan pemahaman yang mendalam, mengetahui tentang proses belajar mereka sendiri, kemampuan untuk mentransfer apa yang telah dipelajari pada situasi baru, dan kapasitas umum untuk menjalani kehidupan yang lebih luas.

Jika dihubungkan dengan perkuliahan, terlihat jelas bahwa terdapat penerapan prinsip paedagogi modern dalam mata kuliah paedagogi. Dalam perkuliahan, semua peserta didik selalu diarahkan pada awalnya dan kemudian dosen memberikan waktu bagi seluruh mahasiswa untuk mengeksplorasi sendiri materi yang dibawakan. Mahasiswa selalu terlibat aktif dalam perkuliahan dan bukan duduk pasif mendengarkan apa yang dosen sampaikan. Selain itu, dosen selalu berusaha membawakan materi yang berpusat pada mahasiswa dengan merancang kegiatan belajar mengajar yang membutuhkan partisipasi aktif dari mahasiswa. Mahasiswa selalu diajak untuk berdiskusi mengenai suatu materi dan peran dosen disana hanya sebagai fasilitator yang menjamin terlaksananya proses diskusi yang baik dan tidak melenceng dari tujuan perkuliahan tersebut. Mahasiswa selalu dibimbing untuk berpikir secara kritis dalam memecahkan masalah-masalah yang dihadapi selama perkuliahan. Dengan kata lain, dosen dalam perkuliahan berperan sebagai pendorong motivasi siswa dalam mempelajari materi dan pembimbing mahasiswa agar tujuan perkuliahan tersebut dapat tercapai. Ditambah lagi dengan adanya praktek lapangan secara berkelompok, yaitu micro teaching, yang membuat mahasiswa dapat menerapkan secara langsung apa yang telah dipelajari dalam kelas di kehidupan nyata. Tugas proyek micro teaching ini sangat melatih kerja sama tim dan membuat mahasiswa dapat mentransfer teori-teori yang didapatkan di dalam kelas ke dalam situasi nyata. Jadi, dapat disimpulkan bahwa sistem perkuliahan mata kuliah paedagogi menerapkan prinsip paedagogi modern.

psipddk3sks mengatakan...

2. jelaskan tentang konsep micro teaching kelompok adinda. Kemudian sertakan kajian teori yang mendukung menurut pendapat pribadi anda.

Steven mengatakan...

Konsep micro teaching
1. Landasan Teori
Mulai abad 21, proses pembelajaran dengan konsep micro teaching sudah sangat populer di dunia pendidikan, tetapi kebanyakan para pendidik kurang memahami makna pendidikan. Mereka selama ini hanya sebatas melakukan tugas mereka sebagai pengajar dan melupakan tugas utama mereka sebagai pendidik dan pembimbing. Untuk itulah, perlu diluruskan kembali makna dari proses pendidikan. Oleh karena itu, kami berusaha memahami konsep micro teaching melalui teori guru yang baik, seni dan ilmu mengajar serta paedagogi praktis. Seperti yang diketahui, paedagogi praktis tidak hanya mengetahui apa yang dituliskan di teori tapi dengan mengaplikasikannya dengan melaksanakan micro teaching ini. Bagi pendidik, paedagogi praktis tidak hanya berbicara mengenai seni mengajar melainkan juga mendorong banyak pendidik untuk mendesain ulang pemahaman akan kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan siswa dan kemajuan zaman. Pendidik harus mempertimbangkan pemberdayaan siswa sebagai penyambung generasi masa depan. Dengan adanya pedagogi praktis,maka konsep pedagogi yang abstrak bisa menjelma menjadi pedagogi yang konkrit yang artinya tidak hanya sekedar dipahami tetapi juga bagaimana cara mengaplikasikannya. Bagi peserta didik,mereka menjadi mampu memahami pedagogi yang konkrit ini dengan bimbingan guru yang baik.
Adapun ciri-ciri guru yang baik itu antara lain:
• Memiliki kesadaran akan tujuan
• Memiliki harapan akan keberhasilan bagi semua siswa
• Mentoleransi ambiguitas
• Menunjukkan kemampuan beradaptasi dan berubah untuk memenuhi kebutuhan siswa
• Merasa kurang nyaman jika kurang mengetahui
• Mencerminkan komitmen pada pekerjaan mereka
• Bekajar dari berbagai model
• Menikmati pekerjaan dan siswa mereka sendiri.

Untuk menjadi guru yang baik maka pendidik seharusnya memilik beberapa kualitas seperti berikut :
• Confidence
• Patience
• True compassion for their students
• Understanding
• The ability to look at life in a different way and to explain a topic in a different way
• Dedication to excellence
• Unwavering support
• Willingness to help student achieve
• Pride in student’s accomplishments
• Passion for life

Apabila seorang guru sudah memilik beberapa ciri-ciri di atas,seorang guru tidak dituntut untuk hanya bisa memiliki pengetahuan teoritis yang tinggi. Tetapi seorang guru juga harus memiliki seni dalam ilmu mengajar. Maksudnya pendidik mampu memahamkan teori kepada peserta didiknya dengan cara yang unik dan menyenangkan. Interaksi yang terjadi diantara peserta didik dan pendidik tidak monoton. Maksudnya dalam proses pendidikan tidak hanya berasal dari guru saja tetapi bisa di dapat dari banyak cara. Dalam proses belajar-mengajar seorang guru tidak hanya ‘asik’ sendiri dalam proses pembelajaran. Tetapi mengajak siswanya untuk ikut berpikir.

2. Lokasi
Jl. Dr. Mansyur, Gang Sipirok No. 8C

3. Waktu
Minggu, 15 April 2012 pukul 15.00 – 18.00

4. Rencana Kegiatan
• 15.00 – 15.20 perkenalan
• 15.20 – 17.50 micro teaching
• 17.50 – 18.00 penutupan

5. Perlengkapan
• Handy cam
• Kamera
• Alat tulis

6. Perincian Biaya
• Ongkos : 6000 x 7 = 42.000
• Reward : 5000 x 4 = 20.000
Jumlah = Rp 62.000,00

Selama pelaksanaan teori yang akan digunakan adalah teori yang telah dikonsepkan sebelumnya.

Kajian teori menurut pribadi penulis sendiri, masih sama dengan kajian teori yang diungkapkan sebelumnya di atas. Hanya saja disini penulis secara pribadi menambahkan mengenai salah satu konsep paedagogi modern yang melihat peserta didik sebagai makhluk yang proaktif dan modern. Jadi dalam penerapan konsep micro teaching ini, kelompok akan berusaha memotivasi peserta didik untuk belajar dan merangsang mereka untuk menjadi lebih aktif dalam proses pembelajaran nantinya. Karena dengan adanya partisipasi aktif, diharapkan peserta didik dapat lebih memahami apa yang kelompok ajarkan.

psipddk3sks mengatakan...

3. Beri contoh konkrit sehubungan dengan uraian kalimat berikut yang adinda tulis : Dengan adanya pedagogi praktis,maka konsep pedagogi yang abstrak bisa menjelma menjadi pedagogi yang konkrit yang artinya tidak hanya sekedar dipahami tetapi juga bagaimana cara mengaplikasikannya.

Steven mengatakan...

Kalimat "dengan adanya pedagogi praktis,maka konsep pedagogi yang abstrak bisa menjelma menjadi pedagogi yang konkrit yang artinya tidak hanya sekedar dipahami tetapi juga bagaimana cara mengaplikasikannya" mempunyai arti bagaimana cara seorang pendidik yang baik seharusnya bisa mengubah konsep-konsep paedagogi teoritis, yang dalam hal ini adalah bersifat abstrak menjadi paedagogi yang konkrit dengan menerapkannya secara langsung di lapangan/kehidupan nyata. Konsep-konsep paedagogi yang sebelumnya dipelajari dalam kelas merupakan teori yang masih bersifat abstrak. Teori tersebut hanya berada dalam otak kita sebagai bentuk pengetahuan. Oleh karena itu, peran paedagogi praktis disini adalah untuk menggali pengetahuan paedagogi yang bersifat abstrak tersebut dan mengubahnya menjadi konsep yang konkrit dengan menerapkannya di situasi nyata, yang dalam hal ini dipraktekkan dalam tugas Micro Teaching ini.

Salah satu contohnya adalah teori paedagogi mengenai guru yang baik. Teori tersebut menyebutkan beberapa karakteristik guru yang baik, yaitu
• Confidence
• Patience
• True compassion for their students
• Understanding
• The ability to look at life in a different way and to explain a topic in a different way
• Dedication to excellence
• Unwavering support
• Willingness to help student achieve
• Pride in student’s accomplishments
• Passion for life

Teori tersebut hanyalah bersifat abstrak semata, yaitu hanya berada dalam otak kita sebagai pengetahuan. Oleh karena itu, dengan paedagogi praktis diharapkan kita dapat mengubah teori yang abstrak tersebut menjadi bentuk konkrintnya dalam praktek lapangan. Sehingga dalam melaksanakan micro teaching ini, kelompok akan mengkonkritkan pengetahuan tersebut. Dengan kata lain, kelompok akan berusaha untuk menunjukkan karakteristik-karakteristik tersebut ketika mengajar. Dalam hal ini, kelompok akan:
• Percaya diri ketika mengajari peserta didik
• Sabar dalam memahamkan materi kepada peserta didik
• Memberikan rasa sayang yang tulus kepada peserta didik
• Memahami teknik-teknik mengajar dan fleksibel dalam menerapkannya sesuai dengan kebutuhan
peserta didik
• menyesuaikan cara mengajar sesuai dengan gaya belajar peserta didik.
• membuat peserta didik benar-benar memahami materi secara maksimal.
• Terus memberikan semangat kepada peserta didik untuk berusaha menguasai materi yang diberikan
• Terus menerangkan pada peserta didik agar mereka benar-benar mengerti tentang materi yang diberikan.
• Memberikan senyuman dan reward kepada peserta didik ketika mereka telah berhasil menguasai materi
• bersemangat dan bergairah dalam melakukan micro teaching.

Steven mengatakan...

Remedial nomor 2:
Kajian teori yang dihubungkan dengan micro teaching penulis adalah tentang teori guru yang baik, seni dan ilmu mengajar, serta paedagogi praktis. Penjelasan ketiga teori tersebut dapat dilihat pada komentar sebelumnya pada posting yang sama. Selain ketiga teori tersebut, penulis juga ingin menambahkan mengenai salah satu konsep paedagogi modern yang melihat peserta didik sebagai makhluk yang proaktif dan modern. Hal ini berbeda dengan konsep paedagogi tradisional yang melihat guru sebagai pusat dalam kegiatan pembelajaran. Dalam paedagogi tradisional, peserta didik dianggap sebagai makhluk yang pasif dan hanya duduk diam menerima apa yang disampaikan oleh guru. Jika kelompok melakukan micro teaching dengan konsep paedagogi tradisional, bisa dipastikan proses pembelajaran anak tidak akan maksimal dan tujuan kelompok tidak akan tercapai. Oleh karena itu, kelompok lebih memilih untuk menerapkan konsep paedagogi modern. Jadi dalam penerapan konsep micro teaching ini, kelompok berusaha memotivasi peserta didik untuk belajar dan merangsang mereka untuk menjadi lebih aktif dalam proses pembelajaran. Kelompok menawarkan proses belajar yang menarik dan tidak monoton kepada peserta didik serta memberikan motivasi eksternal kepada mereka berupa reward untuk membuat mereka menjadi lebih aktif dan dan mau mengikuti proses pembelajaran yang ditawarkan oleh kelompok. Dengan adanya partisipasi aktif dari peserta didik, diharapkan peserta didik dapat lebih memahami apa yang kelompok ajarkan sehingga micro teaching yang dilakukan dapat memberikan arti yang positif bagi kelompok maupun peserta didik.

Posting Komentar

Google Talk